Sponsors

15 Juli 2015

Tata Cara Shalat 'Ied

Shalat Ied dilaksanakan dua rakaat dengan dalil hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,

صلاة السفر ركعتان، وصلاة الأضحى ركعتان، وصلاة الفطر ركعتان، تمام غير قصر على لسان نبيكم صلى الله عليه وسلم

“Shalat dalam perjalanan dua rakaat, shalat Idul Adha dua rakaat, shalat Idul Fitri dua rakaat; sempurna tanpa dikurangi dengan ucapan lisan Nabi kalian, ﷺ .” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad).

Berikut tata cara pelaksanaan shalat Ied secara ringkas,

1. Rakaat pertama sebagaimana shalat-shalat lainnya dimulai dengan takbiratul ihram.

2. Bertakbir dengan tujuh kali takbir sebelum memulai bacaan. Tidak ada riwayat yang sah dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengangkat tangan pada setiap takbir, namun Imam Ibnul Qayyim berkata, “Ibnu Umar –dengan semangatnya yang besar dalam mengikuti sunnah- mengangkat tangannya pada setiap takbir.” (Zâd al Ma’âd, I/ 441).

3. Tidak juga ada riwayat yang sah dari Nabi ﷺ tentang bacaan zikir tertentu saat diam diantara takbir-takbir tersebut. Akan tetapi Ibnu Mas’ud berkata, “Diantara dua takbir ada pujian untuk Allah ‘azza wa jalla dan sanjungan untuk Allah.” (Riwayat Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih).

4. Setelah takbir-takbir tersebut, membaca Al-Fatihah dan surat. Disunnahkan membaca surat Qâf pada rakaat pertama dan membaca surat Al-Qamar pada rakaat kedua sebagaimana disebutkan dari Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Imam Muslim dan lain-lain. Terkadang beliau juga membaca surat Al-A’lâ dan surat Al-Ghâsyiyah (HR. Muslim dan lainnya).

5. Selesai membaca surat, dilaksanakan shalat sebagaimana biasa dengan ruku’, sujud dan duduk diantara dua sujud.

6. Berdiri ke rakaat kedua dengan bertakbir.

7. Setelah itu bertakbir dengan lima kali takbir dengan sifat yang dilakukan pada rakaat pertama.

8. Membaca Al-Fatihah dan surat sebagaimana yang sudah dijelaskan.

9. Kemudian menyempurnakan shalatnya dan memberi salam.

Inilah pendapat mayoritas para ulama dari kalangan shahabat radhiyallahu 'anhum dan orang-orang yang datang sesudah mereka tentang tata cara shalat Ied.

Mendengarkan Khutbah

Disunnahkan imam untuk menyampaikan khutbah dengan sekali khutbah, berdiri diatas tanah bukan diatas mimbar. Demikianlah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ dan para Khulafa’ Rasyidun setelahnya.
Menghadiri dan mendengarkan khutbah ini tidak wajib, bahkan disunnahkan bagi imam untuk memberikan pillihan bagi jamaah yang hadir untuk boleh memilih tinggal atau pergi.

Khutbah Ied ini sama dengan khutbah-khutbah lainnya, dibuka dengan pujian dan sanjungan untuk Allah Ta’ala. Tidak ada hadits yang sah dari Nabi ﷺ bahwa beliau membuka khutbahnya dengan takbir. Wallahu a’lam.

(Sumber : Shahîh Fiqh as Sunnah wa Adillatuhu)

0 tanggapan:

Posting Komentar