Sponsors

05 Januari 2015

Dzikir-dzikir Setelah Shalat Fardhu

Ketika seorang muslim selesai melaksanakan shalat dengan memberi salam ke kanan dan ke kiri, maka dia telah selesai melaksanakan yang wajib baginya dalam shalat tersebut. Namun, dianjurkan baginya berdzikir dengan wirid-wirid atau dzikir-dzikir tertentu selepas salam untuk menutupi apa yang mungkin masih kurang sempurna dalam pelaksanaan shalat fardhunya. Minimal dia membaca istighfar tiga kali dan membaca,

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allaahumma anta_s-salaam wa minka_s-salaam tabaarakta yaa dza_l-jalaali wa_l-ikraam.

Namun, kalau dia sempatkan dirinya untuk membaca dzikir-dzikir lainnya yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka tentu saja itu akan lebih baik baginya dan lebih berat untuk timbangan kebaikannya.

Berikut ini adalah beberapa redaksi dzikir yang dituntunkan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam setelah melaksanakan shalat-shalat fardhu.

- Setelah salam, dituntunkan membaca istighfar sebanyak 3 kali,

أسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfiru_llaah, astaghfiru_llaah, astaghfiru_llah.

Aku memohon ampun kepada Allah.” (3 kali)

اللَّهُمَ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allaahumma anta_s-salaam wa minka_s-salaam tabaarakta yaa dza_l-jalaali wa_l-ikraam.

Ya Allah, Engkau Maha sejahtera dan dari-Mu kesejahteraan. Maha berkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan karunia.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain dari Tsauban radhiyallahu 'anhu).

- Kemudian mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illa_llaah wahdahuu laa syariika lah, lahu_l-mulku wa lahu_l-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Allaahumma laa maani’a limaa a’thaita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa'u dza_l-jaddi minka_l-jaddu.

Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

- Setelah itu mengucapkan tasbih (سبحان الله), tahmid (الحمد لله), dan takbir (الله أكبر) sebanyak 33 kali, dan menggenapkannya menjadi seratus dengan mengucapkan,

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaha illa_llah wahdahuu laa syariika lah, lahu_l-mulku wa lahu_l-hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa yang bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir sebanyak 33 kali setelah melaksanakan shalat fardhu, dan itu berjumlah 99 kemudian dia membaca menggenapkannya seratus dengan ucapan (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ) , maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih lautan.” (HR. Muslim).

- Dibolehkan juga berdzikir dengan mengucapkan tasbih, takbir, dan tahmid sebanyak 10 kali.

Abdullah bin 'Amr radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

خَلَّتَانِ لَا يُحْصِيهِمَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ أَلَا وَهُمَا يَسِيرٌ وَمَنْ يَعْمَلُ بِهِمَا قَلِيلٌ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ عَشْرًا وَيَحْمَدُهُ عَشْرًا وَيُكَبِّرُهُ عَشْرًا

“Dua perkara yang tidaklah seorang muslim senantiasa melakukannya melainkan dia akan masuk surga. Keduanya sangatlah mudah, namun sedikit yang selalu mengamalkannya. Yaitu (yang pertama) bertasbih, bertahmid, dan bertakbir masing-masing sebanyak sepuluh kali sesudah menunaikan shalat fardhu...” (HR. At-Tirmidzi).

- Kemudian membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255) serta surat al-Ikhlash, al-Falaq, dan an-Nas.

Diriwayatkan oleh Abu Umamah radhiyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِي دُبُرَ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الْجَنَّةِ إِلاَّ أَنْ يَمُوْتَ

Barang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah, Ibnu As-Sunni dan Ath-Thabrani).

Diriwayatkan dari shahabat yang mulia, Uqbah bin 'Amir radhiyallahu ‘anhu ia berkata,

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruhku agar membaca surat al-Mu’awwidzat (yaitu surat-surat : al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.” (HR. Abu Dawud).

Masih ada beberapa dzikir shahih lainnya yang bisa dibaca dalam masalah ini, namun apa yang kami sebutkan telah cukup bagi orang yang mau mencari keutamaan.

Untuk lebih lengkapnya, kami menyarankan pembaca untuk rujuk ke buku-buku doa dan dzikir sesuai sunnah yang telah banyak diterjemahkan. Diantaranya adalah buku yang ditulis oleh Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani hafidzhahullahu. Semoga Allah memudahkan setiap urusan kita untuk menggapai kebaikan dunia dan akhirat. Amin.

0 tanggapan:

Posting Komentar