Sponsors

21 November 2012

Berpuasa pada Bulan-bulan Muharram, Sya'ban dan Dzulhijjah

Apa hukumnya berpuasa pada sepuluh hari terakhir dari bulan Dzulhijjah, dan puasa sebulan penuh pada bulan Muharram dan Sya'ban? Kami memohon faedah, semoga Allah memberkahi Anda.

*****

Bismillah, wal hamdu lillah...

Bulan Muharram, disyari'atkan berpuasa padanya, dan demikian juga pada bulan Sya'ban. Adapun berpuasa pada sepuluh hari terakhir bulan Dzulhijjah, maka tidak ada dalil yang menyebutkannya. Tapi, jika seseorang berpuasa tanpa keyakinan bahwa puasa tersebut adalah puasa khusus atau memiliki kekhususan tertentu, maka hal itu tidak mengapa.

Berkenaan dengan bulan Muharram, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda,

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم

"Seutama-utama puasa setelah Ramadhan adalah bulan Allah, al-Muharram."

Jika dia berpuasa pada seluruh harinya, maka itu baik. Jika dia berpuasa pada hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas, itu adalah sunnah.

Demikian pula dengan bulan Sya'ban, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah berpuasa pada seluruh hari-harinya. Atau terkadang beliau berpuasa seluruhnya kecuali sedikit hari darinya sebagaimana dalam riwayat shahih dari hadits Aisyah dan Ummu Salamah radhiyallahu 'anhuma.

Mengenai (puasa pada) sepuluh (hari pertama) bulan Dzulhijjah, maka yang dimaksud adalah sembilan hari, karena hari 'Ied tidak (dibolehkan) melaksanakan puasa. Puasa pada hari-hari itu tidak mengapa dan memiliki pahala dengan keumuman sabdanya shallallahu 'alaihi wasallam,

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام العشر، قالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء

"Tidak ada hari-hari yang amal shalih pada hari itu lebih dicintai Allah melebihi hari-hari yang sepuluh ini." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?" Beliau menjawab, "Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seorang laki-laki yang pergi (berperang) dengan jiwa dan hartanya, dan dia tidak kembali dengan sesuatu pun."

Adapun (berkenaan dengan perbuatan) Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka telah diriwayatkan darinya bahwa beliau berpuasa pada hari-hari itu, dan diriwayatkan juga bahwa beliau tidak berpuasa. Tidak ada riwayat yang pasti tentang perkara ini berkait dengan puasanya beliau atau tidaknya.

Sumber : Fataawa Ibn Baaz

------------------------

http://www.alifta.net/Fatawa/

0 tanggapan:

Posting Komentar